Tulisan Terbaru

Orang Utan Dijadikan Pelacur


Sebuah berita lama terangkat kembali lantaran ramai di jejaring sosial Twitter. Orangutan asal wilayah Kerengpangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah dijadikan pelacur melayani nafsu bejat banyak lelaki di tempat itu.
Situs vice.com melaporkan peristiwa ini terjadi lima tahun lalu (2007). Pony nama orangutan itu hidup di tengah-tengah lokalisasi di Kerengpangi. Dia dipelihara oleh seorang gundik tidak disebutkan namanya. Sekitar umur lima tahun Pony mulai diajarkan melayani para pencari kenikmatan.
Berdasarkan wawancara vice.com dengan direktur Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo Michelle Desilets, keadaan Pony sangat mengenaskan saat diselamatkan dari tempat prostitusi itu. Dia dirantai, tiduran di atas matras, dan semua bulunya dicukur.
Pony seolah telah dilatih menjadi pelacur. Jika ada lelaki berjalan mendekatinya dia langsung bergaya seperti menjajakan diri. Gundiknya mengatakan Pony menjadi bintang di rumah bordilnya. Pendapatan gundik itu jadi berlipat-lipat dan dia pun dianggap sebagai keberuntungan sebab si gundik selalu menang judi togel jika ada Pony.
Para tamu pun menyukai Pony. Mereka bisa saja memilih pelacur manusia namun banyak juga bercinta dengan orangutan itu. Agar nyaman seluruh bulu Pony digunduli. Pony jadi sering digigit nyamuk dan kulitnya iritasi bahkan berjerawat.
Butuh tahunan menyelamatkan Pony dari tempat itu. warga lokal tidak menyerahkan Pony begitu saja pada Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo. Mereka menghadang dengan senjata, dan pisau beracun.
Saat Pony direbut dari gundiknya, sang gundik histeris dan menyebut para pegiat sebagai binatang tidak berperikemanusiaan sebab telah memisahkan seolah ibu dan anak. "Paling membuat saya miris, tidak ada hukum di Indonesia mengatur hal ini. Mereka masih bebas berkeliaran tanpa dihukum atas apa yang mereka lakukan," ujar Desilets.
Meski berita lama namun penggemar Twitter banyak baru mengetahuinya. Banyak orang mengatakan manusia memang sudah sakit di segala tingkatan.
 

NASA Akan Bercocok Tanam di Luar Angkasa

NASA Akan Membuat Sejarah Baru yakni  Bercocok Tanam di Luar Angkasa - Bulan Desember nanti NASA akan mulai memproduksi sendiri makanan untuk di luar angkasa, pertama kali dalam sejarah. Seperti apa? Seperti dikutip dari TheVerge, sistem makanan ini bernama Vegetable Production System (VEGGIE).

Nantinya untuk proyek VEGGIE ini NASA akan mulai menanam tanaman-tanaman selada di bawah sinaran lampu LED berwarna pink. Tanaman ini akan siap dipanen dalam waktu satu bulan.

Tanaman-tanaman ini akan tumbuh dalam kondisi gravitasi nol, namun NASA yakni faktor ini tidak akan berpengaruh besar dalam pertumbuhannya. Yang patut dikhawatirkan dari proyek bercocok tanam di luar angkasa ini adalah tumbuhnya mikroba jenis baru.

Jika proyek ini berhasil, maka NASA bisa mensuplai sendiri makanan untuk stasiun luar angkasa ISS, ketimbang harus membawanya dari Bumi.
 

Misteri Kelamin Pria Memanjang Selutut Usai Bercinta dengan Istri Tetangga


Kelamin Pria Memanjang Selutut Usai Bercinta dengan Istri Orang ,Jangan sekali-kali mengganggu rumah tangga orang. Seorang pria dari Zvishavane harus menerima akibatnya karena berhubungan intim dengan istri kepala daerah. Kelaminnya memanjang hingga selutut yang membuatnya kehilangan nyawanya.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu mengaku pernah berhubungan intim dengan istri kepala daerah Mazvihwa di Zvishavane, Provinsi Midlands, Zimbabwe.

Pria yang mengalami kondisi misterius dibawa ke United Bulawayo Hospital (UBH). Dan kehadirannya menarik perhatian pasien, pengunjung dan staf rumah sakit. Ia dilaporkan sering menangis dan merintih kesakitan. Ia meninggal sebelum mendapat perawatan medis.


Seorang sumber di rumah sakit mengatakan, sebelum korban mengembuskan napas terakhirnya, ia mengaku berhubungan seks dengan istri kepala daerah yang diduga telah `dipagari` oleh suaminya. Sistem pagar itu dikenal dengan runyoka.

Secara tradisional, sistem pagar itu sebagai pengaman yang dilakukan pria dan wanita agar selalu setia.

Jika orang sudah dipagari oleh istri atau suaminya, maka tak bisa lagi melakukan hubungan seksual dengan orang lain. Jika terlibat dengan hubungan seks dengan orang yang `terkunci`, maka orang itu bisa terkena penyakit yang tak bisa dijelaskan dan biasanya menimbulkan kematian.

Namun, beberapa sumber keluarga yang melakukan tradisi itu mengaku, jika seseorang menggunakan kondom saat berhubungan intim dengan orang yang `terkunci` maka sihir itu tak akan bekerja.

"Ada drama hari ini ketika ia dirawat di rumah sakit, orang-orang berdesakan untuk melihat `selang yang membentang` (kelamin yang memanjang). Perawat berlari-lari berusaha membantunya tapi sayangnya ia meninggal," kata sumber itu seperti dikutip Crazynews, Kamis (18/7/2013).

"Bahkan perawat yang mencoba membantu dia sebelum meninggal mengatakan penyakitnya merupakan keadaan yang mereka tak pahami dalam istilah medis," ujar sumber yang namanya tak ingin disebutkan.

Sebelum meninggal, sumber itu mengatakan kalau korban menyesali tak mendengarkan nasihat saudaranya yang memperingatkannya untuk menjauhi istri kepala daerah.

Saat di rumah sakit, perawat mencoba menempatkan es balok untuk membuat organ intimnya menjadi lemas, tapi itu tak membantu.
 

VIDEO: Seorang Ibu Melahirkan Anak Kembar Buaya


Sinjai, Selawei Selatan - Seorang ibu di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, melahirkan bayi kembar buaya. Ibu tersebut melahirkan bayi buaya yang memiliki 10 jari kaki dan tangan layaknya manusia tanpa bantuan bidan.

Hudi, wanita yang mengaku melahirkan buaya itu, menempatkan buaya itu dalam sebuah ember. Warga sekitar berbondong-bondong melihatnya.

Kabar itu membuat gempar warga sekitar. Pengakuan Hudi, ibu tersebut, dirinya melahirkan satu bayi manusia satu bayi buaya dua minggu lalu tanpa bantuan bidan. Buaya itu memiliki 10 jari kaki dan tangan.

Pengakuan musykil itu membuat warga sekitar bertanya-tanya. Warga pun berbondong-bondong mendatangi kediaman dua petani itu.


Pengakuan Hudi, keanehan dialaminya sejak mengandung. Dia tidak pernah merasakan lapar. "Kembar buaya, jari tangan dan kakinya itu lima juga," kata Hudi.

Antara percaya tidak percaya, warga penasaran melihat langsung bayi buaya yang dikabarkan lahir dari manusia itu. "Masyarakat semua di sini kaget. Sudah lama di sini tidak pernah ada kejadian yang aneh-aneh," kata seorang warga.

Berikut ini Videonya :



 

Inilah Kesaksian Orang Mati Suri


Begitulah judul kisah nyata kali ini, dia adalah : Ella Az-Zahra Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.

Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu.



Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya ”Mati adalah pasti.

Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya.

”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru. Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.
Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah.

”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.

Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi yang sangat berat, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir. Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Di makam tersebut batangan-batang an emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.

Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.” Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. ”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, ” ujarnya.

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100: Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”
Setelah berpidato, aslina mendapatkan tepukan meriah dari penonton tapi bila di facebook, ia dapatkan jempol sekarang. Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.
 

Kisah Nyata: Pemuda Yang Berbulan Madu Dengan Bidadari


Kisah Pemuda Yang Berbulan Madu Dengan Bidadari. Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam.Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid….selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa. “Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…,” kata Rasulullah SAW. Zahid menjawab,
“Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”

”Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita.

Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said. “Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.” Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.


Akhirnya Said bertanya kepada Zahid,
“Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?” Zahid menjawab,
“Apakah engkau pernah melihat aku berbohong….”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata,
“Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini…. bukankah lebih disuruh masuk?”
“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata,
“Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah…..!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid,
“Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”
Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya,
“Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah tidak berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini.

Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51
“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(QS. 24:51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”
“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?” Zahid menundukkan kepala sambil berkata,
“Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan.

Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”
Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”
Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas,
“Itu tidak mungkin!”
Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut,

“Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
(QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata,
“Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154).
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
(QS 3: 169-170).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”
(QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata,
“Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.

Subhanallah, sungguh mulia hati Zahid yang rela mengorbankan semuanya demi berperang di jalan Allah, semoga kita dapat mencontoh dari kisah diatas dan semoga kita dapat diijinkan untuk mati di jalan Allah (Khusnul Khatimah) Aamiin ya Rabbal 'Alamin.

Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.
 

Menabrak Kucing Jadi Celaka, Mitos Atau Fakta ?


Hari masih terlalu pagi, sejuknya udara terasa begitu menyegarkan. Dari arah Cileunyi, Irman Burhanudin, 21, pacu kencang motornya menuju kampus Universitas Padjajaran. Irman harus segera tiba di kampus Unpad sebelum sang surya meninggi. Seperti biasa Irman memulai harinya dengan aktifitas sebagai cleaner service di Unpad.

Tak disadari Irman, entah dari mana tiba-tiba seekor kucing melintas menyeberang jalan. Irman terkejut bukan main, tapi jarak kucing dengan motornya hanya berjarak beberapa langkah saja. Irman berusaha menghindar tapi terlambat. Roda motornya melindas tubuh kucing malang itu. Kucing tewas seketika, bahkan bangkai tubuhnya ikut menempel di roda motor Irman. Seolah tidak ada kejadian apa-apa Irman terus lajukan kembali motornya menembus suasana pagi yang cerah menuju Universitas Padjajaran Jatinangor, Bandung.


Cerita tentang kucing yang tewas terlindas kendaraan bukan saja dialami Irman. Banyak pengendara yang juga mengalaminya. Jumlah kendaraan semakin hari semakin bertambah, dan jalan-jalan semakin dipadati kendaraan. Pemandangan tubuh kucing yang tewas terlindas sudah menjadi pemandangan biasa. Sunguh mengenaskan, tubuh kucing remuk, kepala pecah, isi perut keluar, dan darah berceceran.

Cerita mengenai kucing tewas karena terlindas kendaraan banyak diadposi dari kisah-kisah masa lalu. Para tetua, sesibuk apapun ia, biasanya tidak akan meninggalkan tubuh kucing yang dilindas tanpa lebih dulu dikuburkan. Bahkan umumnya pengendara yang melindas mati kucing akan rela bersusah payah mencari kain putih yang dijadikan kain kafan untuk kucing yang mati itu. Dan ia baru akan meninggalkan tempat setelah kucing usai dikafan dan dikubur.

Itu pesan dan wejangan amanat para tetua. Kucing yang mati ditabrak harus dikubur baik-baik oleh si penabrak. Jika tidak, musibah dan petaka akan menimpa. Apakah kucing yang katanya hewan kesayangan Nabi Muhammad itu pada akhirnya menjadikan kucing ditempatkan diposisi istimewa dibanding hewan lainnya. Belum ada yang bisa memastikan itu, namun kelanjutan cerita perjalanan Irman ke tempatnya bekerja barangkali bisa menjadi renungan dari sebuah cerita.

Irman Burhanudin masih terus pacu kendaraannya setelah motornya sempat oleng karena menggilas tubuh kucing beberapa saat tadi. Dari balik setang kemudi Irman perhatikan sekeliling. Ia mengenali lokasi, ia sekarang tengah melintasi ruas jalan wilayah kampus ITB Jatinangor yang berarti tak lama lagi ia akan sampai tujuan, Universitas Padjajaran, tempat ia bekerja.

Rute Jatinangor memang sedikit agak ekstrem, terkadang berkelok-kelok ditambah lagi jalan menanjak disertai tikungan curamnya. Tapi Irman sudah piawai melalui rute menantang seperti itu. Dan kini dengan laju motornya yang cukup kencang didepannya terbentang sebuah jalan menanjak dengan tikungannya yang tajam. Irman harus melalui tikungan tajam itu. Tepat saat ia tengah berbelok, melintas sebuah truk dengan kecepatan tinggi. Irman kembali terkejut, truk terus saja bergerak dengan cepat menuju ke arahnya. Irman gugup dan tak sempat mengelak.Brakkkkk....!!!! Suara benturan sangat keras tiba-tiba memecah keheningan pagi. Irman dan motornya dihantam truk, tubuhnya tergilas tanpa ampun. Saat ditolong warga, Irman didapati dalam kondisi tubuh gepeng, darah berceceran di sekitar lokasi, sementara kepalanya remuk.

Tak berbeda dengan Irman, kondisi motor Irman pun ringsek tak karuan. Tapi roda-roda motor masih berputar. Dari ban motor warga menemukan ada darah, daging, dan bulu-bulu binatang yang menempel. Setelah diperhatikan ternyata yang menempel diban motor itu adalah sisa bangkai tubuh kucing yang sempat dilindas Irman beberapa saat sebelum ia terlindas truk, Kamis (5/9).
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kejadian Langka - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger